Kabar Mojokerto - Minimnya penerangan jalan umum (PJU) di kawasan Jalan Ir Soekarno, Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto, berpotensi meningkatkan risiko terjadinya tindakan kriminalitas.
Kondisi jalan yang gelap, terutama pada malam hari, membuat area tersebut rawan bagi pengguna jalan.
Pantauan Kabarmojokerto.id, Rabu (6/11/2024) malam, sekitar pukul 19.00 WIB, kondisi jalan menuju Balong Cangkring (BC) terlihat sangat gelap tanpa adanya satu pun lampu PJU yang menyala. Situasi ini terjadi mulai dari Jembatan Rejoto hingga menuju kawasan Lingkungan BC, yang semakin menambah ketidaknyamanan bagi para pengendara yang harus mengandalkan penerangan dari lampu kendaraan mereka.
Baca Juga: Kondisi Jalan Cor Beton di Mojokerto Rusak Parah, Warga Minta Perbaikan Segera
Keamanan Terancam, Warga Resah
Minimnya penerangan di jalan tersebut turut menyebabkan rawannya tindak kriminal. Dalam sepekan terakhir, dua peristiwa kejahatan terjadi di lokasi ini. Pada Sabtu (2/11/2024), sebuah mayat ditemukan dengan luka tusuk yang diduga merupakan korban pembunuhan.
Kemudian, pada Selasa (5/11/2024), dua pria yang sedang berboncengan motor melaporkan telah diikuti dan dipepet oleh orang tak dikenal. Salah satu korban dipukul di bagian kepala dan sempat ditarik bajunya oleh pelaku.
Selain itu, pada Sabtu (28/9/2024) dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB, kawasan tersebut juga pernah menjadi lokasi tawuran antar gengster yang melibatkan empat orang tersangka yang berhasil diamankan oleh polisi.
Warga Mengeluh, Minta Penerangan dan Pengawasan Ditingkatkan
Minimnya penerangan dan maraknya tindak kriminalitas membuat warga setempat semakin khawatir. Salah satunya Sumanto, seorang warga Balong Cangkring (BC), yang mengungkapkan keluhannya kepada Kabarmojokerto.id. Menurutnya, sejak terjadinya beberapa peristiwa kejahatan, kawasan tersebut menjadi sepi dan banyak warga yang merasa takut untuk melintas, terutama pada malam hari.
Baca Juga: Bus Kuning Mojokerto, Angkutan Umum Tertua yang Masih Bertahan
"Biasanya ramai, kalau Sabtu malam banyak anak-anak nongkrong di sini. Sekarang sepi, gara-gara penemuan mayat dan kasus begal kemarin," kata Sumanto, Kamis (7/11/2024).
Sumanto berharap Pemerintah Kota Mojokerto segera memperbaiki kondisi ini dengan memasang lampu penerangan jalan. Ia juga meminta aparat keamanan untuk meningkatkan pengawasan, terutama pada malam hari.
"Satpol PP harus jaga tidak hanya sampai jam 12 malam, kalau bisa ada yang berjaga sampai pagi," pinta Sumanto.
Baca Juga: Ditambal Aspal, Jalan Penghubung Mojosari-Ngoro Bergelombang Tingkatkan Risiko Kecelakaan
Artikel Terkait
Inspiratif, Sosok Supeltas di Mojokerto Jadi Garda Terdepan Ketertiban
Mojokerto Diprediksi Diguyur Hujan 13 Oktober 2024, Waspada Angin Kencang!
Perbaikan Jalan di Gedeg Mojokerto Bikin Jalan Macet, Polisi : Tak Ada Koordinasi
Jembatan Apung Berbayar Saat Kemarau, Bantu Warga Mojokerto-Sidoarjo Pangkas Jarak 15 KM
Fenomena Tingginya Pengendara Melawan Arus di Jalan Nasional Mojokerto
Waspada! BMKG Prediksi Mojokerto Dilanda Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan
Taman Wisata dan Edukasi TPA Randegan-Mojokerto Sepi Pengunjung, Kalah Saing dengan Taman Kota
Bus Kuning Mojokerto, Angkutan Umum Tertua yang Masih Bertahan
Ditambal Aspal, Jalan Penghubung Mojosari-Ngoro Bergelombang Tingkatkan Risiko Kecelakaan
Kondisi Jalan Cor Beton di Mojokerto Rusak Parah, Warga Minta Perbaikan Segera